Thursday, April 4, 2013

Angka Mimpi Pencuri - Musim Pembuktian buat Hamilton

Angka Mimpi Pencuri - Musim Pembuktian buat Hamilton

Jayatogel adalah situs pilihan agen bandar togel dan pemain togel, togel online terpercaya dengan pasaran togel terbaik, togel dengan komisi dan potongan terbesar dan pembayaran tercepat - Lewis Hamilton sudah punya satu gelar juara dunia dalam curriculum vitae-nya. Tapi, setelahnya, dia mengalami pasang-surut. Musim balapan tahun ini pun jadi pembuktian untuknya.

Ketika masuk menjadi pebalap McLaren pada 2007, Hamilton langsung mencuat dan menjadi sensasi baru di dunia balap F1. Dia tidak butuh waktu lama untuk menahbiskan namanya sendiri menjadi pebalap papan atas. Di akhir musim perdananya tersebut, Hamilton si rookie itu finis di urutan dua klasemen.

Kariernya menanjak di musim pertamanya itu, dan seiring dengan karier yang menanjak itu wajah buruk dari kesuksesan mulai mengiringi. Hal buruk di sini adalah friksi di dalam tim yang menghantui dirinya dengan Fernando Alonso. Alonso yang juga juara dunia itu tak rela dinomor-duakan. Tapi, McLaren memang sudah dari sananya memberikan porsi yang sama untuk kedua pebalapnya.

Friksi serta rivalitas itu berakhir dengan Alonso meninggalkan McLaren dan bergabung dengan Ferrari pada 2008. Pada tahun yang sama itu jugalah Hamilton muncul sebagai juara dunia. Usianya baru 23 tahun ketika itu.

Tapi, apa yang dicapai Hamilton dalam dua musim pertamanya di F1 tidak pernah dia dapatkan lagi. Dia tidak pernah finis di urutan pertama atau kedua pada empat musim berikutnya. Beberapa faktor, di antaranya soal mobil yang kerap bermasalah, menjadi alasan di balik menurunnya prestasi tersebut. Jumlah kemenangan Hamilton, setelah menjadi juara dunia, tidak pernah mencapai angka 5 atau lebih dari itu.

Dengan karier yang naik-turun tersebut, Hamilton akhirnya memilih untuk mengambil jalan lain yang tersedia. Dia memutuskan untuk hengkang dari McLaren dan bergabung dengan Mercedes. Di sini dia bertekad untuk memulai hidup baru.

Dalam wawancaranya dengan The Independent baru-baru ini, Hamilton blak-blakan dengan mengatakan bahwa sepanjang kariernya dia sudah menerima banyak hal, termasuk kebencian. Dia pun mengaku tidak keberatan dibenci oleh orang-orang selama dia bisa berusaha mengubah pandangan tersebut.

"Saya adalah seorang ekstremis. Saya lebih memilih dibenci atau dicintai sekalian," ucap Hamilton dalam wawancara tersebut.

"Contohnya adalah ketika saya pergi ke Spanyol, kebanyakan orang membenci saya. Entah itu karena saya mengatakan sesuatu ketika saya bersaing dengan Fernando Alonso, atau mungkin sesuatu yang Fernando katakan. Orang-orang tidak akan melupakannya dan saya pun mendapatkan label kebencian itu."

"Yang bisa saya lakukan adalah pelan-pelan mengubahnya. Ada banyak orang yang tidak suka dengan saya. Mereka berpegang teguh pada opini mereka. Yang bisa pastikan adalah, ketika para pembenci itu bertemu dengan saya, mereka akan mengubah pandangan begitu melihat sisi lain saya."

"Semoga, dalam beberapa tahun ke depan dalam tim yang hebat ini, orang-orang akan melihat saya dengan pandangan berbeda."

Tekad untuk mengubah pandangan itulah yang kemudian membuat pria 28 tahun ini dengan tegas menyatakan ambisinya: menjadi juara dunia. Dia pun menunjuk mendiang Ayrton Senna sebagai salah satu inspirasinya.

"Saya ingin menjadi juara dunia."

"Saya tidak tahu kunci menuju keagungan. Ketika saya berpikir mengenai keagungan, saya hanya tahu Ayrton Senna. Dia sungguh hebat. Cerita-cerita yang saya dengar ketika dia masuk ke dalam ruangan, aura yang dikeluarkannya, cara orang-orang melihat dirinya, cara dia menyetir, dan bagaimana dia menginspirasi orang-orang dan negaranya."

"Itulah yang namanya sebuah keagungan. Itulah sesuatu yang ingin dicapai oleh seorang pebalap," ucap Hamilton.

No comments:

Post a Comment